DEVI OLIVIA KUMALA,S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

MUSIBAH DAN HIKMAH

Dering HP menghentikan proses mengajar yang masih berlangsung sore itu. Panggilan dari HP suami, namun tidak terdengar suara yang biasanya, kali ini suara yang tidak saya kenal. Dia memperkenalkan diri sebagai mahasiswa suami saya. Dia mengabarkan bahwa suami saya ditabrak sepeda motor dan sekarang berada di rumah sakit Yos Sudarso Padang. Bersamaan terdengar suara lirih dan kesakitan diseberang telepon, suara suami saya.

Tanpa pikir panjang saya telpon fitri dan menceritakan musibah yang dialami ayahnya. Fitri adalah anak kedua saya yang waktu itu masih duduk di bangku SMA. Saya minta dia untuk segera berkemas, selanjutnya saya jemput digerbang sekolah.

Berdua kami segera pulang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa ke rumah sakit. Tidak lebih dari 15 menit, mobil kami telah melaju meninggalkan Bukittinggi menuju Padang. Tidak henti hentinya HP berdering dari saudara-saudara untuk mengingatkan saya berhati-hati mengendarai mobil dan tenang menghadapi musibah ini.

Fitri berusaha terus menghubungi putri, kakaknya yang berada di Padang untuk mengabari musibah yang baru saja terjadi pada ayah mereka, namun karena sedang kuliah putri tidak mengangkat telepon. Sepanjang perjalanan kami semakin risau karena tidak tahu kondisi suami yang sebenarnya.

Setiba di IGD rumah sakit Yos Sudarso, banyak orang menyambut kedatangan kami dan terlihat suasana sangat ramai. Setelah berkenalan rupanya mereka mahasiswa dan beberapa dosen jurusan fisika UNP tempat suami bertugas. Kami di antar menuju ruang tempat suami di rawat dan mendapati suami dalam kondisi sangat lemah terbaring dengan sisa darah yang masih berbekas di kemejanya. Alhamdulillah dia dalam kondisi sadar dan tersenyum menyambut kedatangan kami. Bergantian kami memberikan pelukan hangat dan suami mengatakan kondisinya baik-baik saja. Saya berusaha tenang dan tidak mengeluarkan air mata agar anak-anak lebih tenang.

Disampingnya berdiri putri yang kiranya telah lebih dahulu datang . Putri, anak sulung saya adalah mahasiswa kedokteran tahun pertama. Dia memberikan gambaran secara medis kondisi ayahnya dan mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut. Dia mengusulkan agar ayahnya segera di pindahkan ke rumah sakit lain untuk mendapat perawatan lebih baik. Rumah sakit Baiturrahmah adalah pilihan kami berdasarkan saran beberapa kerabat.

Awalnya suami saya keberatan untuk dipindahkan, namun dengan bujukan lembut kedua anak kembar saya akhirnya ayah mereka mau menurut. Saya bersyukur mereka sangat tenang menghadapi musibah ini. Mereka bahkan meminta saya untuk istirahat saja karena kelelahan menyetir mobil dari Bukittinggi. Semua urusan administrasi di urus oleh putri sedangkan fitri sendiri sibuk melayani ayahnya.

Musibah ini menyadarkan saya bahwa mereka telah beranjak dewasa dan mulai mengambil peran dalam keluarga. Perasaan kecewa yang saya rasakan selama ini karena tidak dikaruniai anak laki-laki hapuslah sudah, tertutupi oleh rasa syukur memiliki anak perempuan yang dapat berperan ganda. Terimakasih ya Allah. Mohon ampun karena tidak ada syukur atas karunia-Mu selama ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

search